Asal Mula Sejarah Marketing

SEJARAH MARKETING

sejarah-marketing

Semua orang yang pernah bekerja, baik itu karyawan maupun pengusaha, tentu sudah sangat mengerti kalau ‘marketing itu penting. Jika kita mengerti tentang marketing, maka kita bisa merubah cara kerja dan cara berfikir dalam banyak hal. Sayangnya masih banyak yang berpikiran bahwa marketing itu sudah selesai dilaksanakan hanya sekedar beriklan atau cetak selebaran, lalu menunggu pelanggan datang. Kalau ternyata tidak berhasil, tentu kita akan kecewa. Tapi salahnya dimana?


Pada jaman dahulu kala,..

sejarah-marketing-1

Orang yang tinggal dihutan, hidup dari berburu binatang. Makanan pokoknya daging. Lama kelamaan mereka merasa bosan. Orang yang tinggal ditepi laut, hidup dari menangkap ikan.Makanan pokoknya ikan. Mereka juga merasa bosan. Begitu juga orang yang tinggal didesa,mereka hidup dengan berkebun. Makannya pokoknya sayur. Mereka merasa bosan dengan makanan tersebut.

Mereka yang berbeda tempat tinggal, mulai saling berkenalan dan mulai terjadi tukar menukar makanannya.Dan sipemburu yang tinggal dihutan mulai merasakan enaknya makanan laut.Dan yang tinggal ditepi laut bisa makan ayam dan mereka yang bercocok tanam bisa makan makanan selain sayuran.

Itulah awal mulanya timbul yang namanyabarter”. Barter bisa dianggap cikal bakal terjadinya sebuah proses bisnis dan marketing.

sejarah-marketing-4

Lalu ide itu berkembang agar saling mudah untuk bertransaksi, mereka lalu berjanji untuk saling bertemu disebuah tempat , pada waktu yang ditentukan,untuk saling menukar barang milik mereka. Makin hari makin banyak orang yang mendatangi tempat tersebut untuk menukarkan barang milik mereka dengan barang milik orang lain yang ia butuhkan. Tempat inilah yang disebut pasar.


sejarah-marketing-2

Kini pasar telah terbentuk, tapi kemudian seiring dengan perkembangan jumlah tukar menukar barang yang terjadi dipasar tersebut,mulai timbul lagi masalah baru. Yang pertama bapak ini punya ayam, ingin ditukar dengan garam. Lalu satu ayam pantasnya di tukar berapa garam ya? Yang kedua satu sapi bisa ditukar dengan satu gerobak padi,lalu bagaimana?
tapi tidak masalah,mereka tetap menukarkan sebuah benda yang di anggap punya nilai tertentu. Benda ini bisa di pakai sebagai standar nilai dari harga pertukaran barang. Itulah awal mulanya timbulnyauang”.dan kini semua pihak bisa `membeli` barang yang di inginkannya di pasar dengan menggunakan uang tanpa kebingungan lagi.

Eh,tapi ternyata masalah belum selesai disitu,kalau kita bahas masalah beras saja,ternyata di pasar itu banyak sekali jenis beras!.” Beras saya paling enak!, tapi harganya lebih tinggi dari yang lain ”.” Beras saya murah!, tapi memang rasanya bukan yang paling enak ”.” Beras saya memang berbeda!, warnanya merah, rasanya pun unik!. Karena perbedaan-perbedaan produk mereka, maka mereka harus memperkenalkan dan mencoba mempengaruhi orang untuk membeli produknya dari pada membeli produk sejenis dari penjual yang lain. Itulah awal mulanya timbul promosi.

Seiring dengan berjalannya waktu, cara berpikir mereka yang memproduksi barang untuk dijual (produsen) mulai berkembang. Sebelum memproduksi sebuah barang, mereka sudah mulai memikirkan

bagaimana kelak barang yang diproduksi tersebut dijual.” Kita berjualan beras yang mahal tapi enak ini ditimur saja. Disana banyak orang yang kaya ”.” Ternyata orang disini lebih suka beras murah. Kalau begitu, kita tidak usah tanam beras mahal lagi, nanti tidak laku. Lebih baik kita tanam beras yang harganya terjangkau sama pembeli ”. Ternyata beras merah itu cocok untuk anak-anak. Kalau begitu, kita bilang saja beras merah produksi kita ini adalah beras makanan untuk semua anak-anak ”. Dan lalu lahirlah marketing.


APA ITU MARKETING

Marketing/pemasaran adalah setiap proses atau usaha yang (perlu) dilakukan agar produk yang dijual bisa laku dipasaran. Yang termasuk produk disini adalah barang dan jasa. Yang dimaksud dengan pasar adalah semua orang yang mungkin jadi pembeli dari produk anda. Mengapa marketing diperlukan ? karena tanpa pengertian marketing, besar kemungkinan anda akan melakukan kesalahan dalam usaha anda menjual produk anda.karen anda tidak mengenal calon pembeli anda, maka anda bisa berusaha menjual pada orang yang kecil kemungkinannya membeli produk anda.
Siapa calon pembeli produk anda ?
Dimana mereka ?
Bagaimana perilakunya ?
Bagaimana kebutuhan mereka ?
Bagaimana selera mereka ?
Bagaimana kemampuan dan kemauan untuk membeli ?

Karena anda tidak mengenal perilaku pasar, maka besar kemungkinan anda menjual pada orang yang perilakunya tidak membutuhkan produk anda. Karena anda tidak mengenal tingkat ekonomi pasar yang kita tuju, maka besar kemungkinan produk anda tidak akan dibeli karena masalah harga yang terlalu tinggi. Kasus ini juga terjadi sebaliknya, apabila ada barang yang dijual terlalu murah, belum tentu akan menjadikannya di beli orang. Karena anda tidak mengenal kondisi lokasi tempat anda berjualan, maka besar kemungkinan produk anda akan tidak laku karena dilokasi tersebut memang tidak cocok sebagai tempat untuk anda berjualan produk jenis yang anda jual. Sementara di lokasi yang lain, banyak sekali yang membutuhkan produk yang anda jual. Sayangnya anda tidak berjualan disana.

Bayangkan betapa mudahnya anda berjualan, apabila anda :

  • berjualan pada lokasi yang membutuhkan produk anda.
  • berjualan pada orang-orang yang sehari-hari memeang sering memakai produk anda.
  • berjualan dengan harga yang pas.
  • berjualan kepada orang yang memang ingin membeli produk anda.

Segalanya tampak mudah bukan ?

Belum tentu !

Walau semua hal sudah direncakan dengan baik, ada satu faktor lagi yang harus anda hadapi, yaitu : pesaing/competitor

Dengan prencanaan dan pelaksanaan marketing yang baik dan benar, maka dapat :

  • Menentukan lokasi jualan yang terbaik
  • Melakukan promosi yang tepat
  • Menemukan cara berjualan yang tepat pada saat yang tepat.
  • Menemukan calon pembeli yang tepat
  • Meyakinkan calon pembeli bahwa membeli dari anda akan lebih menguntungkan dibanding membeli
    dari pesaing anda.

Inti dari marketing yang berhasil adalah :
Anda dapat memberikan alasan yang sangat kuat di benak/pikiran calon pembeli tentang mengapa mereka harus membeli produk yang anda jual.
Alasan itu haruslah sangat kuat sehingga akhirnya calon pembeli itu :
membeli produk anda
dan membeli lagi
dan membeli lagi. . . . . .

Itulah asal mula sejarah marketing, mudah-mudahan bisa menambah wawasan kita tentang marketing. Terima kasih

Semoga bermanfaat.

sejarah-marketing-3

Adapun marketing online yang akan di bahas di artikel selanjutnya.

[ B.O.Y ]

Bila artikel ini membantu. Luangkan waktu 1 menit sobat untuk berbagi ( share ) maupun berkomentar.
Terima kasih

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar
  Subscribe  
Notify of