Budidaya Kelinci Yang Baik

Ternak Kelinci

animasi-kelinciBermacam-macam usaha yang dapat dilakukan orang untuk meningkatkan penghasilannya. Salah satu diantaranya adalah budidaya kelinci. Kelinci termasuk hewan ternak penghasil daging yang mengandung nilai gizi tinggi. Rasa dagingnya tidak kalah dengan gaging-daging hewan ternak lainnya. Di Indonesia peternakan kelinci belum begitu terkenal. Hal ini mungkin karena kurangnya pengetahuan mengenai manfaat kelinci serta cara membudidayakannya.

Keuntungan memelihara kelinci

Kelinci disamping menghasilkan daging, kulit, bulu dan pupuk . Kelinci juga menjadi bahan percobaan ilmu pengetahuan dan pembuatan serum obat-obatan. Kelinci mudah dipelihara dan tidak banyak memerlukan tenaga dan biaya yang besar.

Sepasang kelinci yang berumur 5-6 bulan, dapat melahirkan rata-rata 4 kali dalam setahun. Kelinci dapat melahirkan 6 ekor dalam sekali beranak. Berarti kelinci dewasa dapat melahirkan 4 kali 6 ekor = 24 ekor setahun. Sebagai usaha untuk mempertinggi gizi makanan rakyat, peternakan kelinci perlu di galakkan. Usaha ini juga sangat cocok sebagai usaha keluarga.

 

Jenis-jenis Kelinci

budidaya-kelinciDi Indonesia terdapat 3 golongan kelinci :
1. Kelinci yang hidup liar di tempat yang bersemak-semak. Warna bulunya kelabu, kecoklatan dan berat badannya 1 kg.
2. Kelinci yang biasa hidup di rumah-rumah. Warna bulunya putih, hitam, coklat, kelabu atau campuran. Berat badannya 1,5-2 kg.
3. Kelinci yang berasal dari luar negeri. Yang di datangkan untuk dijadikan bibit. Warna bulunya bermacam-macam, yaitu merah, hitam, putih, abu-abu, biru, coklat dan ada yang hitam putih. Berat badannya 4-6 kg.

Pada umumnya kelinci-kelinci yang kita pelihara sudah merupakan campuran atau keturunan dari beberapa jenis kelinci. Berat badannya rata-rata lebih kecil dari pada berat badan kelinci yang berasal dari luar negeri

Cara Memlih Bibit

Kalau kita akan memelihara kelinci atau beternak kelinci kita harus memlih bibit yang baik.
Tanda-tanda bibit kelinci yang baik :
1. Bibit harus sehat, tubuhnya kuat dan tidak cacat.
2. Umur bibit tidak boleh terlalau muda atau terlalu tua. Umur tidak boleh lebih dari 2 tahun.
3. Tanda-tanda jenis kelamin harus terlihat, baik jantan maupun betina. Pada kelinci jantan akan nampak suatu organ berbentuk bulat dan runcing. Pada yang betina akan nampak suatu tonjolan yang berbelah di bawah ekornya.
5. Badannya besar, bentuknya memanjang, kepala dan lubang hidungnya besar.
6. Tulang rusuk, dada dan pinggangnya melebar ke samping.
7. Bibit berasal dari peternakan yang bebas dari penyakit.
8. Bibit sesuai dengan jenis dan tipe yang kita inginkan.
9. Bibit berasal dari keturunan yang baik. Hal ini dapat ditanyakan pada pemiliknya sesuai dengan catatan –catatan pemilik.

Perkandangan

Kelinci dapat dipelihara dalam kandang yang modern atau kandang yang sangat sederhana. Tetapi kondisi konstruksi dan perlengkapan kandang harus benar-benar bisa menjamin kehidupan kelinci. Di bawah ini akan di jelaskan, beberapa hal yang perlu diperhatikan , ketika membuat kandang.

1. tempat kandang
kandang harus cukup aman dari gangguan binatang buas, seperti anjing dan kucing.
Agar lebih aman sebaiknya diberi pagar.
Kandang jangan terlalu dekat dengan rumah.
Tempat kandang harus cukup mengandung kelembaban udara.
Kandang harus cukup mendapat sinar matahari

2. bahan kandang
Untuk membuat kandang digunakan bahan-bahan yang murah dan mudah di dapat di setiap tempat atau daerah. Bahan kandang bisa dibuat dari kayu, bambu, kawat dan sirap.

3. bentuk kandang
Ada dua macam bentuk kandang yang dapat digunakan

A. Kandang Induk
Induk yang akan melahirkan sampai anaknya di pisah, di pelihara tersendiri dalam satu kandang.

Ada dua macam kandang induk yang dapat digunakan :
-> Kandang induk dengan kotak sarang di dalamnya
Kandang di buat dengan ukuran 1,5 m x 1 m. Di dalamnya disediakan kotak sarang beranak yang
berukuran 40x30x20 cm. Pada kotak sarang dibuat pintu atau lubang untuk jalan induk dan anak
keluar dari sarang.
-> Kandang induk dengan kotak sarang menempel di bagian luarnya.
Ukuran kandang yang dibutuhkan untuk seekor kelinci betina adalah 60x60x40 cm. Tempat minum
dan tempat makanan dibuat didepan kandang. Pada kandang kelinci betina disediakan kandang
tempat beranak yang dibuat dipinggir atau menempel pada kandang. Ukuran kandang tempat
beranak 40x40x30 cm. Kandang untuk yang jantan bentuknya sama dengan kandang betina . Tetapi
pada kandang ini tidak ada tempat kandang beranak. Ukuran kandangnya lebih besar, yaitu
80x60x40 cm untuk setiap ekor.

B. kandang penggemukan
Kandang penggemukan digunakan untuk menempatkan beberapa kelinci yang masih muda. Kandang
seperti ini juga dipakai untuk kelinci-kelinci betina yang sudah dewasa dan sudah siap untuk dika-
winkan. Ukuran kandang untuk 10 ekor kelinci adalah 180x40x40 cm. Tempat makanan dan tempat
minuman diletakkan di luar kandang.

Makanan dan pemeliharaan

Makanan
Kelinci adalah hewan ternak yang mau memakan bermacam-macam makanan. Tetapi untuk menjamin supaya hewan ternak itu dapat hidup subur, lekas menjadi besar dan gemuk dibutuhkan sekali makanan yang sehat. Makanannya harus cukup mengandung protein, lemak, zat hidrat arang, zat-zat mineral dan vitamin. Yang menjadi makanan utama bagi kelinci adalah rumput,syuran,dan daun-daunan.

1. Bahan makanan
Beberapa jenis makanan yang diberikan kepada kelinci adalah sebagai berikut :
a. Daun-daunan misalnya rumput-rumputan dan daun-daunan.
b. Ubi-ubian misalnya ubi jalar, kentang, wortel dan ketela pohon.
c. sisa makanan misalnya nasi, potong-potongan sayuran dan kulit pisang.
d. Biji-bijian misalnya jagung, kacang, kedelai dan kacang hijau.
e. Sisa-sisa pabrik misalnya dedak, bekatul, bungkil kacang tanah, bungkil kelapa dan ampas tahu.
Jagung, kacang kedelai, kacang hijau, dedak, jenis-jenis bungkil dapat digunakan sebagai makanan penguat.

2. Cara memberi makanan
Seekor kelinci dewasa rata-rata membutuhkan makanan 1,5 s/d 2 kg sehari. Pemberian makanan dapat dilakukan 2 atau 3 kali sehari yaitu pagi, siang dan sore hari. Pemberian makanan pada sore hari sebaiknya lebih banyak dari pada pagi dan siang hari. Makanan pada pagi hari diberikan 1/3 bagian dari jumlah makanan dan sore hari 2/3 bagian, kalau makanan itu hanya diberikan dua kali sehari.

Di samping daun-daunan diberikan makanan penguat, yaitu :
dedak halus               : 50%
bungkil kelapa           : 15%
jagung                         : 15%
kacang hijau               : 10%
bungkil kacang tanah :10%

Makanan penguat sangat baik diberikan kepada kelinci-kelinci yang sedang mempunyai anak, yang sedang bunting, yang jantan atau kelinci-kelinci yang sedang tumbuh. Makanan kelinci yang sedang bunting diberikan sebanyak 2x makanan dewasa.

3. Pemberian air minum
Air minum sebaiknya selalu tersedia dalam tempat minuman agar kelinci dapat ninum sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhannya. Air ninum yang diberikan harus yang bersih dan sejuk. Letakanlah tempat air minumnya di tempat yang teduh.

Pemeliharaan

Anak-anak kelinci yang baru dilahirkan harus diperhatikan, karena keadaannya sangat lemah, belum berbulu dan matanya tertutup dalam 10 hari. Pada kotak sarang diberi alas rumput kering atau jerami. Dua hari setelah dilahirkan periksalah anak-anak kelinci itu. Kalau ada yang mati atau lemah segeralah disingkirkan. Anak-anak kelinci pada hari ke 19 atau 20 baru meninggalkan sarangnya dan mulai belajar makan rumput.

Penyapihan
Anak kelinci disapih setelah berumur 6-8 minggu. Penyapihan dilakukan dengan cara mengambil anak-
anaknya berangsur-angsur satu per satu. Anak yang paling sehat disapih dahulu. Setelah anak-anaknya disapih, induknya segera dikawinkan lagi

Pengebirian
Tujuan pengebirian :
Menghentikan penyebaran sifat keturunan yang jelek.
Memudahkan pemeliharan.
Mempercepat pertumbuhan penggemukan badan.
Memperbaiki mutu daging.
Meningkatkan efisiesi penggunaan makanan.
Melemaskan kulit.

Kelinci yang cocok dikebiri adalah :
Kelinci yang khusus untuk digemukkan dan tidak untuk dijadikan bibit.
Kelinci dari keturunan jelek atau yang mempunyai keturunan jelek.
Kelinci yang menderita kelainan kelamin.
kelinci yang tua dan tidak mampu kawin lagi.

Cara pengebiaran
Untuk pengebirian dibutuhkan : pisau, pinset, gunting, alcohol dan sulfa-nilamida.
Pengebirian dapat dilakukan sebagai berikut :
1. Kelinci yang akan dikebiri dipuasakan dahulu selama 24 jam agar tenaganya berkurang.
2. Kaki kelinci dipegang dan bulu disekitar buah pelir digunting.
3. Lakukanlah pengirisan pada ujung kantung buah pelir tepat pada testes berada, setelah diolesi
alcohol.
4. Setelah itu testes dikeluarkan, jaringan pengikut testes dipotong dan pembuluh darahnya di ikat
dengan benang.
5. Lukanya dijahit setelah diolesi dengan yodiumtinktur dan sulfanilamide.
6. Kemudian taruhlah kelinci dikandang yang bersih.

Pengembangbiakan dan penyakit kelinci
Pengembangbiakan kelinci
untuk mengawinkan kelinci yang pertama kali, kita harus menanti saat betina maupun jantan mulai dewasa. Kelinci yang sudah siap untuk dikawinkan adalah kelinci yang sudah mencapai kedewasaan. Biasanya ia akan menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut :
1. Kelinci akan nampak gelisah.
2. Kelinci selalu berusaha untuk bergabung dengan kelinci lain yang kandangnya berdekatan.
3. Kelinci sering mengosok-gosokkan dagunya pada tempat makan, tempat minum dan lain sebagainya.

Gejala-gejala yang demikian menandakan bahwa kelinci sudah mulai mencapai kedewasaan atau masa birahi.

Masa birahi
Masa birahi pada kelinci tidak bermusim. Bila pemeliharaannya baik, diberi makanan yang bermutu dan badannya sehat, sewaktu-waktu dapat dikawinkan.

Umur kawin
Kelinci betina maupun jantan untuk jenis kecil sebaiknya dikawinkan pertama kali pada umur 5-6 bulan. Kelinci jenis besar dikawinkan pada umur 8-10 bulan. Kelinci dapat dikembangbiakkan sampai umur 3 tahun.

Kebuntingan
Lamanya kelinci bunting rata-rata 30-32 hari. Dalam setahun kelinci dapat melahirkan 4 kali. Untuk mengetahui apakah seekor kelinci sudah bunting adalah sebagai berikut :
Kelinci betina yang sedang dikawinkan, dicampurkan lagi dengan pejantan atau pejantan dimasukkan ke kandang betina yang sudah siap dikawinkan.Akan terlihat, bahwa betina yang sudah bunting tidak akan mau dikawini lagi.
Meraba perut bagian peranakan. Tetapi harus hati-hati karena bisa menimbulkan kematian pada anak-anak yang ada dalam kandungan bila induknya telah bunting.
Ada perubahan puting susu, yaitu semakin besar karena pertumbuhan air susu.

Jumlah anak yang dilahirkan
Seekor kelinci dapat melahirkan 6-8 ekor anak setiap kali melahirkan. Dalam 1 tahun kelinci dapat melahirkan 4 kali. Jarak antara kelahiran itu memerlukan 87 hari yaitu : 31 hari untuk mengandung ditambah 56 hari untuk mengasuh anaknya.

Perbandingan jantan dan betina dalam perkawinan.
Seekor jantan dapat melayani 8-10 ekor betina.

Cara perkawinan
Ada dua macam cara perkawinan yang dapat dilakukan pada kelinci.
Pejantan dimasukkan ke kandang betina.Dalam hal ini pejantan mencari betina-betina yang mau dikawini.
Betina yang sudah cukkup waktunya untuk dikawinkan, dimasukkan ke kandang pejantan.Cara ini adalah yang terbaik, karena kelinci betina merasa enggan bila kandangnya dimasuki pejantan.

Melahirkan
Tanda-tanda kelinci betina melahirkan adalah :
Kelinci gelisah, nafsu makan hilang dan badannya kelihatan letih.
Menggali lubang, bila lantai kandang terdiri dari tanah.
Membuat bantalan dengan bulu-bulu dan rumput-rumput kering ditempat ia melahirkan.

Waktu mengawinkan kembali
Betina yang sudah beranak 6-8 minggu, sebaiknya segera dikawinkan kembali, setelah anak-anaknya disapih. Waktu mengawinkan sebaiknya pada pagi atau sore hari.

Bunting palsu
Melahirkan. Untuk mengetahui apakah buntingnya palsu atau bunting asli dapat dilakukan degan cara : Kelinci yang bunting palsu, bila dicampur dengan yang jantan mau dikawinkan lagi.
Kelinci yang bunting palsu mengumpulkan bulu-bulu dan rumput-rumput kering lebih cepat waktunya. Kelinci itu melakukan pada hari ke- 16-20 setelah dicampur dengan pejantan. Kelinci yang bunting asli melakukan hal tersebut pada hari ke- 28 setelah dikawinkan.

Penyakit
Pencegahan Penyakit
Mencegah penyakit lebih baik dari pada mengobati. Untuk mencegah penyakit kelinci perlu diperhatikan adalah :
1. Kandang dijaga supaya tetap bersih dan kering.
2. Sediakan kandang yang cukup luas untuk setiap ekor kelinci.
3. Bibit kelinci dipilih yang sehat dan berasal dari induk atau keturunan yang sehat.
4. Makanan cukup gizi dan jumlahnya.
5. Kelinci dipisahkan dari ternak lain.
6. Memberantas hewan-hewan pembawa penyakit seperti tikus, lalat, lipas dan lain-lain.
7. Mencegah masuknya kelinci-kelinci baru, sebelum dikarantina terlebih dahulu.
8. Harus selalu meminta nasehat dokter hewan atau ahli peternakan.

Beberapa Penyakit Yang Biasa Menyerang Kelinci

Kudis
Tanda-tanda : kelinci suka bergerak-gerak dan menggosok-gosokkan badannya pada dinding tembok. Pengobatan : oleskan salep belerang 2kali sehari.

Pilek
Tanda-tanda : kelinci sering bersin dan mengeluarkan ingus.
Pengobatan : pindahkan kelinci yang terkena pilek ke tempat yang panas atau tempat yang cukup sinar matahari.

Bengkak-bengkak di bawah kulit
Tanda-tanda : bila dipegang badan kelinci terasa panas.
Pengobatan : bulu-bulu diatas kulit yang bengkak digunting. Kemudian bagian kulit yang bengkak dibelah dengan pisau yang bersih dan tajam, lalu isinya dikeluarkan dan diolesi dengan yodium tincture atau salep.

Eksim
Tanda-tanda : bulu disekitar yang kena eksim menjadi rontok.
Pengobatan : diolesi salep belerang atau salicyl pada bagian-bagian yang terkena eksim.

Penyakit kembung
Tanda-tanda : perut kembung dan sangat besar
Pengobatan : minyak adas di campur dengan minyak kelapa sebanyak 1 sendok teh, dininumkan 2 kali sehari.

Tak dapat buang air
Tanda-tanda : terjadi apabila kelinci memakan makanan kering dan kurang minum air.
Pengobatan : kelinci dibiarkan berlari-lari dan berilah banyak makanan daun-daunan atau sayur-sayuran.

Kebiasaan makan bulu
Pencegahan : bulu dicukur secara teratur 10-12 minggu sekali.
berilah makanan kacang tanah dan kacang kedelai.

Demikianlah artikel mengenai budidaya kelinci yang baik. Mudah-mudahan dapat menambah wawasan sobat dalam mendalami hobi atau membangun usaha bahkan menggembangkan usaha sobat.

Semoga bermanfaat.

[ B.O.Y ]

Luangkan waktu 1 menit sobat untuk berbagi ( share ) maupun berkomentar. Terima kasih

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar
  Subscribe  
Notify of